Dipastikan, Barcelona Menggaet Vidal Musim Depan

Dipastikan, Barcelona Menggaet Vidal Musim Depan

Barcelona menggaet Vidal yang musim ini merumput bersama Sevilla. Performa dari Aleix Vidal cukup mencengangkan hingga bersama tim kebanggaannya meraih gelar Europa League musim ini. Sementara itu, pihak Barca sudah jauh-jauh hari ingin memboyong Vidal ke Camp Nou. Pasalnya, posisi Vidal yang biasa dimainkan oleh Sevilla di bek kanan atau sayap kanan sangat diminati oleh Blaugrana. Oleh sang pelatih Barca, Luis Enrique, Vidal nantinya akan menjaga pos di lini depan. Namun, tidak menutup kemungkinan Vidal akan dimainkan di bagian sayap untuk membantu pergerakan penyerangan di bagian kanan. Perlu diketahui bahwa di bagian bek kiri Barcelona sudah memiliki sosok Jordi Alba yang cukup tangguh saat dimainkan di sayap kiri. Sementara untuk sayap kanan, Barca sebenarnya memiliki pemain bernama Dani Alves. Namun hingga saat ini, Alves belum diperpanjang masa kontrknya di Camp Nou oleh pihak manajemen Barca. Belum diketahui apakah Alves masih bertahan dengan Barca atau hengkang ke klub lain. Lepas dari semua itu, Enrique sudah mempersiapkan salah satu pemain untuk menggantikan posisi Alves musim depan, yaitu Vidal. Sudah dipastikan musim depan Vidal akan berseragam jersey Barcelona musim depan. Namun sayangnya, Vidal baru bisa dimainkan oleh Barcelona pada tahun 2016, dikarenakan Blaugrana masih menerima sanksi dari FIFA karena membeli pemain di bawah umur.
Kontrak Vidal di Camp Nou
Vidal akan dikontrak oleh pihak Barcelona selama lima tahun ke depan, hingga 2020. Barca berani mengontrak Vidal cukup lama karena diprediksi kemampuan dan performanya sangat dibutuhkan untuk lebih memperkuat skuad asuh Enrique di musim-musim ke depan. Bagi Barca, mengontrak seorang pemain hebat akan sangat penting bagi kemajuan perkembangan tim di masa depan. Oleh karena itu, Barca memang memiliki tim pencari bakat yang andal dengan tugas untuk menemukan talenta-talenta pesepak bola hebat dari seluruh dunia. Dengan pemikiran, lebih baik mengontrak pemain lokal asal Spanyol yang sudah dipastikan memiliki kemampuan hebat. Daripada mahal-mahal mengontrak pemain asing yang kenyataannya tidak memberikan kontribusi benyak bagi kemajuan Barcelona.

Blaugrana memang sebuah klub elite yang sangat berhati-hati dalam membeli pemain untuk memperkuat timnya. Berbeda dengan rival abadinya, yaitu Real Madrid yang hampir tiap musim selalu jor-joran membeli pemain yang dibutuhkan dengan harga yang tinggi. Bahkan, rekor pemain termahal sedunia saat ini berhasil disabet oleh Los Blancos dengan menggaet seorang Garth Bale di tahun 2013. Namun pada musim ini, pemain termahal sedunia tersebut tidak menampilkan performa yang bagus bagi Real Madrid, hingga dirumorkan akan dijual akhir musim ini. Lain halnya dengan pihak Barca yang selalu selektif untuk mendatangkan pemain incarannya. Blaugrana mungkin sudah berkeyakinan bahwa harga pemain yang mahal tidak menjamin permainannya selalu bagus saat bertanding di lapangan hijau. Misalnya, saat Barcelona menggaet Vidal yang diketahui performanya cukup bagus bagi Sevilla.

Berapa dana transfer yang dikeluarkan oleh Barca untuk memboyong Vidal?
Barcelona tidak perlu mengeluarkan banyak dana anggaran untuk memboyong Vidal ke Camp Nou musim depan. Kabarnya, manajemen Barca hanya mengeluarkan 7,5 juta pounds, ditambah 5 juta pounds lagi bagi manajemen Sevilla. Dana seperti itu tentu saja cukup mudah disediakan oleh klub elite La Liga yang berhasil meraih treble winner musim ini, yaitu Barca. Kita tunggu saja sama-sama sepak terjang pemain asli Spanyol ini musim depan karena dipastikan Barcelona menggaet Vidal.

Xabi Alonso Pecahkan Rekor Di Bundesliga

33-Xabi-Alonso-Pecahkan-Rekor-Di-Bundesliga-242x300

Beberapa pemain yang baru saja pindah ke klub baru seringkali membutuhkan waktu agak lama untuk menyatu dengan ritme dan gaya permainan di klub baru. Hal tersebut seringkali terjadi pada pemain yang pindah dari klub di sebuah negara ke negara yang lain. Bermain di liga sepakbola negara yang berbeda dengan gaya permainan sepakbola serta kultur yang berbeda dapat membuat seorang pemain lambat melakukan penyesuaian. Namun pengalaman dan kematangan permainan seorang pemain sepakbola terkadang membuat mereka hanya membutuhkan waktu singkat untuk beradaptasi. Hal yang sama ditunjukkan oleh seorang Xabi Alonso yang baru saja pindah dari Real Madrid ke Bayern Munich. Perbedaan kultur dan gaya permainan sepakbola Jerman ternyata tidak terlalu berpengaruh pada seorang Alonso; bermain di bawah asuhan manajer Pep Guardiola yang juga sama – sama berkebangsaan Spanyol mungkin menjadi keuntungan tersendiri.
Kepergian seorang Toni Kross di kubu Bayern Munich menjadi tidak terlalu terasa dengan kedatangan seorang Xabi Alonso; meskipun karakter Alonso yang lebih bertahan namun pemain ini mampu memainkan peran sebagai pengatur aliran bola dengan selalu melakukan banyak passing di setiap pertandingan. Keluwesan seorang Xabi Alonso juga ditunjukkan pada pertandingan melawan Schalke; pada penampilan pertamanya dengan seragam Bayern Munich tersebut seorang Xabi Alonso bermain sebagai bek tengah. Sebagai seorang bek tengah; Alonso menjadi pemain dengan catatan statistik sangat menarik dengan menjadi pemain dengan daya jelajah tertinggi serta menjadi pemain yang melakukan passing sempurna terbanyak dengan 66 passing.
Meskipun dapat dikatakan sebagai seorang pemain veteran; seorang Xabi Alonso masih menunjukkan permainan terbaik dan didukung dengan fisik dan stamina yang memadai. Kondisi Bayern Munich yang tengah kekurangan pemain tengah dengan karakter bertahan dan mampu melakukan distribusi bola dengan passing pendek ataupun umpan – umpan panjang diagonal ataupun langsung membuat Xabi Alonso akan menjadi pilihan utama tim. Setidaknya hingga Thiago Alcantara sembuh dari cedera lutut yang diperkirakan baru akan dapat bermain setelah jeda musim dingin. Cedera juga dialami Bastian Schweinsteiger yang tidak mengikuti latihan dan kegiatan pra musim serta Javi Martinez yang mengalami masalah ligamen yang sobek.
Matthias Sammer sempat menyatakan tidak dapat menjamin masa depan gelandang bertahan Spanyol berusia 33 tahun tersebut di Byern Munich; namun permainan menawan yang ditampilkan serta pengalaman yang dimiliki oleh pemain yang pernah memenangkan hampir semua gelar tertinggi kompetisi sepakbola tetap menjadi aset tersendiri bagi klub. Alonso pernah memenangkan gelar juara dunia dan juara Eropa bersama tim nasional Spanyol dan pernah mengangkat tropi Liga Champions Eropa bersama Liverpool dan Real Madrid. Sepertinya seorang Xabi Alonso dapat menjadi mentor bagi Tiago Alcantara yang juga sama – sama pemain Spanyol; Tiago memiliki passing yang lebih akurat dan kontrol bola yang lebih baik dibandingkan seorang Alonso namun masih minim pengalaman di usia yang baru 23 tahun.
Permainan menawan dan pentingnya peran seorang Xabi Alonso bagi lini tengah dan permainan Bayern Munich secara keseluruhan kembali dapat disaksikan ketika mengalahkan FC Koln 2 – 0. Xabi Alonso kembali dinobatkan menjadi pemain terbaik di pertandingan tersebut dan gelar tersebut juga bukan yang pertama diberikan kepada Alonso sejak kepindahannya ke Jerman. Catatan penting dari pertandingan tersebut adalah pecahnya rekor sentuhan terbanyak pada bola di Bundesliga yang dilakukan seorang pemain oleh Xabi Alonso; ia menyentuh atau menguasai bola sebanyak 206 kali pada pertandingan tersebut.